Front Santri Melawan Kekerasan Seksual

Salam solidaritas!

Sidang perdana kasus penganiayaan terhadap Rani (nama disamarkan), digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jombang secara virtual Rabu, (18/05/2022). Rani merupakan anggota Front Santri Melawan Kekerasan Seksual (ForMujeres). Rani juga salah satu tim advokasi Kasus Pemerkosaan oleh M. Subchi Azal Tsani (MSAT), kepada beberapa santriwati di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang.

Dalam kasus penganiayaan terhadap Rani, Zainun ditetapkan sebagai terdakwa. Saat sidang perdana di PN Jombang, terdakwa Zainun membantah melakukan kekerasan, meskipun ia mengakui melakukan perampasan ponsel korban. Namun saksi dari pihak Rani, dalam keterangannya, memperkuat bahwa Zainun telah melakukan kekerasan terhadap Rani.

Sebelumnya, kasus kekerasan beserta pencurian ponsel ini telah dilaporkan setahun silam (09/05/2021) dengan Laporan Polisi Nomor LPB/15/RES.18/2021/RESKRIM/JOMBANG/SPKT/Polsek Ploso. Zainun didakwa pasal 385 KUHP dan atau 351 KUHP, tentang pencurian dengan kekerasan dan atau penganiayaan dengan hukuman masing-masing pidana penjara maksimal 4 tahun dan 2 tahun delapan bulan.

Terjadinya kasus penganiayaan terhadap Rani, merupakan dampak dari lambannya proses hukum pelaku perkosaan M. Subchi Azal Tsani yang tidak kunjung ditegakkan proses hukumnya. Meskipun, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) telah menetapkan M. Subchi Azal Tsani sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Pada Januari silam (13/1/2022), M. Subchi Azal Tsani juga telah ditolak upaya hukum permohonan pra peradilan di PN Surabaya dan PN Jombang.

Kronologi Kasus Penganiayaan Terhadap Rani

Pada hari Minggu (09/05/2021) di tengah bulan suci Ramadhan, segerombolan jama’ah Shiddiqiyyah pimpinan M. Subchi Azal Tsani telah melakukan penganiayaan terhadap Rani. Rani merupakan salah satu saksi kunci dalam kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh tersangka M. Subchi Azal Tsani dengan Laporan Polisi Nomor LPB/ 392 IX/Res 1.24/2019/Jatim/Res.Jbg (29 Oktober 2019).

Kejadian penganiayaan bermula saat Rani membuat sebuah unggahan di media sosialnya untuk meluapkan keresahan dan kekhawatiran lambannya proses hukum yang menjerat tersangka M. Subchi Azal Tsani.

Tidak lama kemudian, pelaku Zainun yang diketahui merupakan jamaah serta petugas keamanan pondok milik M. Subchi Azal Tsani, bersama rekannya yang masih buron mendatangi korban. Zainun dan gerombolannya membentak, merampas ponsel dan melakukan kekerasan fisik terhadap Rani dengan mencengkram mulut dan membenturkan kepala korban ke tembok beberapa kali. Mereka juga melemparkan ancaman jika Rani “tidak akan selamat”.

Pasca kejadian penganiayaan tersebut, Rani dan keluarganya serta beberapa saksi hingga kini terus mengalami intimidasi didatangi orang tak dikenal bahkan terus menanyakan keberadaan Rani.

Kondisi Rani Saat Ini

Rani mengucapkan terima kasih kepada semua dukungan yang mengalir kepadanya. Rani mengaku cukup emosional menceritakan kembali kejadian yang dulu menimpanya.

Rani juga belum bisa memaafkan Zainun karena Zainun masih membela M. Subchi Azal Tsani dan tidak mengakui kekerasan yang dilakukannya. Rani juga merasa permintaan maaf Zainun tidak serius, sehingga tidak mengobati perasaannya maupun keluarganya.

Rani juga merasa tidak nyaman karena bertemu dengan beberapa pihak pelaku saat sidang. Rani pun cukup bersyukur hakim mendengarkan dengan baik pernyataan yang ia sampaikan. Rani merasa hakim berpihak dengannya.

Agenda persidangan pada hari Rabu (18/05/2022) itu, hakim mendengar keterangan dari korban dan satu saksi. Berdasarkan keterangan hakim, sidang hari Rabu depan tanggal 25 Mei 2022 dengan agenda mendengar keterangan dari saksi-saksi yang lain.

Berdasarkan update Kasus Penganiayaan Terhadap Rani, kami Front Santri Melawan Kekerasan Seksual menyatakan:

  1. Mendukung Proses Hukum terdakwa Zainun berjalan secara profesional. Kami juga mendesak Polda Jatim untuk segera melakukan penangkapan terhadap tersangka M. Subchi Azal Tsani.
  2. Menolak upaya menghalang-halangi proses hukum, menormalisasi perilaku kekerasan seksual dan melindungi pelaku dalam proses Penegakan Hukum.
  3. Kami memohon dukungan dan solidaritas seluas-luasnya dari berbagai pihak, individu maupun organisasi untuk mengawal dan memberi pernyataan sikap terhadap kasus penganiyaan ini agar korban dan keluarga mendapat keadilan.

Kawan-kawan solidaritas juga bisa menyampaikan pesan-pesan positif melalui berbagai media kepada Rani kepada Front Santri Melawan Kekerasan Seksual lewat Instagram resmi kami di @for.mujeres yang nanti akan kami sampaikan langsung kepada yang bersangkutan.

Kawan-kawan solidaritas juga bisa melakukan aksi protes terhadap Polda Jatim akan lambannya proses hukum terhadap M. Subchi Azal Tsani. Serta aksi protes kepada Jama’ah Shiddiqiyyah di berbagai daerah yang telah melindungi M. Subchi Azal Tsani dari proses hukum yang berjalan.

#AtasNamaBaikPesantren #TangkapPelakuKekerasanSeksual #KamiBersamaKorban #KeadilanUntukKorban #LawanKekerasanSeksual #StopKekerasanSeksual #SantriLawanKekerasanSeksual #MSATDPO #TangkapMSAT #GerakBersama

Contact Instagram: @for.mujeres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here