Aghis Arwa Bekti

Laily Maghfiro

Negara Republik Indonesia adalah Negara hukum, hukum adalah sangat penting bagi kita untuk kita ketahui , hayati dan kita amalkan sebagai pedoman bertingkah laku. Hukum mengatur kehidupan kita supaya hidup tertib dan tentram, interaksi yang terjadi pada masyarakat sebagai komponen suatu negara dapat menimbulkan sesuatu yang bersifat positif maupun negative, interaksi negative yang mungkin di timbulkan adalah kejahatan. Kejahatan adalah suatu persoalan yang dialami dari waktu ke waktu, khususnya kejahatan kekerasan yang dilakukan akhir-akhir ini makin meningkat. Kejahatan kekerasan suatu fenomena yang ada dalam masyarakat yang terjadi sejak dulu, hanya saja saat ini telah mengalami perkembangan baik dalam motifnya maupun bentuknya. Pandangan hukum Indonesia terhadap kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan berpusat pada tidak adanya hukum yang secara khusus memberikan perlindungan terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan. Dalam kitab Undang-Undang Hukum pidana (KUH-Pidana) yang ada pada saat ini Sebagian kasusnya tergolong kekerasan terhadap perempuan memang dapat di jarring dengan pasal-pasal kejahatan, namun terbatas dengan tindak pidana hukum seperti kesusilaan, penganiyaan, pembunuhan dan lain-lain. Pelecehan seksual kekerasan seksual terhadap perempuan termasuk tindak kekerasan sebagai hal yang perlu digugat karena merupakan manifestasi ketidakadilan sehubungan dengan peran dan perbedaan gender, pelecehan seksual bukan masalah individu semata, tetapi lebih jauh lagi merupakan masalah kejahatan yang berakar pada nilai-nilai budaya, sosial, ekonomi, dan politik di dalam masyarakat. Dalam pandangan PBB juga dinyatakan tindak kekerasan terhadap perempuan diartikan meliputi kekerasan yang bersifat fisik atau psikologis yang sering terjjadi di dalam keluarga,

Pondok pesantren adalah wisma atau ruang tidur yang merupakan tempat tinggal para santri. Pesantren merupakan suatu Lembaga Pendidikan yang lebih berfokus pada Pendidikan agama. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada kekerasan yang terjadi di pesantren itu sendiri.  Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan yang menyerang terhadap tubuh seseorang secara bertentangan dengan kehendak seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karena ketimpangan relasi yang dapat berakibat pada penderitaan terhadap fisik dan psikis. Penyebab terjadinya kekerasan seksual di pondok pesantren salah satunya adalah fasilitas yang tidak mencukupi di pondok pesantren, fasilitas yang terbatas seperti tempat tidur dan kamar mandi yang mebuat para santri harus dalam ruangan sama dan berdesak-desakan, tidak adanya psikogi saat penerimaan santri baru, tidak diketahui secara pasti pakah anaknya memiliki kelainan seksual atau tidak. Selain itu tidak heran jika para santri mandi Bersama-sama karena keterbatasan jumlah kamar mandi. Hal itulah yang menjadi kesempatan pada pelaku untuk melakukan pelecehan seksual. Penyebab lainya adalah keterbatasan sosial para santri terhadap dunia luar menurut informasi suar.okezone.com. Mereka hanya berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesame jenis di pondok pesantren. Oleh karena itu, banyak penyimpangan seksual yang terjadi di pondok pesantren.

Para santri yang belajar satu pondok biasanya memilki rasa solidaritas dan kekeluargaan yang kuat, baik antara sesama santri manapun. Situasi sosial yang berekembang di antara para santri menumbuhkan sistem sosial tersendiri. Di dalam pesantren para santri belajar hidup bermasyarakat, beroganisasi, memimpin dan dipimpin, mereka juga dituntut dapat mentaati pengasuh mereka dan meneladani kehidupanya dalam segala hal. Seiring berkembangnya informasi dan teknologi, hal ini membawa akibat positif maupun negative, segi positifnya antara lain menambah wawasan dan kemampuan santri serta merupakan stimulus perkembangan kejiwaan atau mental yang baik pada anak didik. Namun di sisi negatifnya adalah anak mudah meniru dan terpengaruh oleh perbuatan-perbuatan yang menyimpan. Namun bagaiman seandainya di masa itu mereka harus menerima kenyataan diperlakukan kasar secara fisik maupun mental yang dapat menciderai mereka. Phedofilia adalah suatu bentuk kelainan seksual bahwa pelakunya berusaha mendapatkan kenikmatan seksual dengan cara yang tidak wajar dan yang menjadi korban pada umumnya adalah anak-anak. Kekerasan seksual pada anak dapat terjadi dimana saja dan kapan saja serta dapat oleh siapapun orang. Untuk menguatkan dan memberikan perlindungan pada anak di pondok pesantren adalah mebantu santri dalam memberikan pemahaman dan permasalahan mengenai phedofilia karena Pendidikan pondok pesantren sebagai sebuah sarana pembinaan mkental keagamaan. Kewaspadaan terhadap bahanya phedofilia di pesantren harus ditingkatkan. Masing-masing keluarga juga harus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak menjadi mangsa penderita phedofilia. Pencegahan jangak Panjang akan adanya phedofilia perlu ditingkatkan dari berbagai pihak yang terlibat, diantaranya pihak pondok pesantren. Karena santri (anak) wajib dilindungi dari segala kemungkinan kekerasan terhadapnya, terutama kekerasan seksual dengan cara memberi porsi pembelajaran tentang anggota tubuh yang tidak boleh disenth oleh orang lain. Dengan adanya pemahaman antisipasi tersebut orang akan melakukan keekrasan seksual dan mengetahui bahwa organ tersebut adalah terlarang, maka santri (anak) dapat melindungi ataupun menolak apabila ada seseorang yang akan melakukan kekerasan seksual.

Pendidikan seks bagi Sebagian Indonesia masih terlalu tabu untuk dibicarakan, belajar tentang pencegahan pelecehan seksual perlu, tetapi tidak cukup untuk memastikan keamanan mereka. Kekerasan pada anak terutama seharusnya tidak terjadi. Kejadian kekerasan pada anak kerap pelakunya merupakan orang yang sudah dikenal, bagi keluarga yang memiliki masalah seperti menjadi orang tua di usia sangat muda, anak yang bermasalah, masalah ekonomi, kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan, perumahan yang tidak meadai, orang tua yang menyalahgunakan zat tertentu, anak yang ditinggalkan orang tua, anak yang kurang diberi kasih sayang kepada orang tuanya maka akar permasalahan tersebut harus diselelsaikan terlebih dahulu dengan memperbaiki keadaan ekonomi keluarga tersebut dan meberikan Pendidikan masyrakat oleh pemerintah. 

DAFTAR PUSTAKA:

[1] S. Eko,”Kejahatan Seksual Pedofilia Dalam Perspektif Hukum Pidana Dalam Islam,’ J. Huk. Islam, vol. 14, pp.1-25,2015.

[2] https://m.fimela.com/lifestyle/read/3832196/penyebab-terjadinya-pelecehan-seksual-di-pesantren-bagian-i

 [3] https://kabartrenggalek.com/2021/10/pencegahan-kekerasan-seksual-di-pesantren-harus-dilakukan-bersama-sama.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here