Rahmat Moint

apa itu feodalisme dalam pesantren

feodalisme dalam masyarakat Pesantren merupakan salah satu ciri khas sebagaimana identitas masyarakat tradisional lainnya yang kental adalahpengkultusan(pengidolaan) terhadap figur seorang Kyai. dari sini terdapat keterlibatan pada pola hubungan Kyai dengan santri yang vertikal.

Pola pengkultusan terjadi bukan hanya terbentuk secara kultural namun dipengaruhi juga oleh norma yang bersumber pada nilai agama Islam itu sendiri yaitu keharusan takzim(hormat) terhadap guru.Nurma tersebut melahirkan derivasi( asal muasal) yang dibangun sendiri oleh masyarakat Pesantren yaitu bila tidak hormat maka tidak akan mendapatkan berkah. Disinilah terbangun sikap kepatuhan tanpa batas dalam istilahnya sami’na wa atha’na (mendengar dan mematuhi segala perintah Kyai). Dengan kata lain Mereka santri menganggap bahwa segala perkataan dan perbuatan Kyai adalah benar pada wajib di tetap dipatuhi. 

Budaya feodalistik yang demikian menyebabkan Kyai selalu ingin ditempatkan pada posisi Superior (lebih tinggi ).Superioritas Kyai secara tidak sadar melahirkan karakter kepribadian individualis yang tidak mau orang lain ikut campur dan Kyai cenderung tidak suka bila ada orang yang lebih tinggi diatasnya .

Budaya feodal cenderung terlihat pada pondok pesantren yang masih tradisional. Hal ini disebabkan karena Pesantren tradisional memiliki ciri-ciri yaitu: 

  1. Tidak memiliki manajemen dan administrasi modern sistem pengelolaan Pesantren sebagai pusat pada aturan yang dibuat Kyai dan diterjemahkan oleh pengurus-pengurus pondok pesantren. 
  2. Terkait kuat pada figur Kyai sebagai tokoh Sentral, setiap kebijakan Pondok mengacu pada berenang yang diputuskan Kyai.
  3. Pola dan sistem pendidikan bersifat konvensional berpijak pada pada tradisi lama dan metode pengajaran bersifat satu arah yaitu kyai menjelaskan dan santri mendengarkan dengan seksama .
  4. Bangunan asrama santri tidak tertata rapi masih menggunakan bangunan kuno atau bangunan kayu pondok pesantren menyatu dengan masyarakat sekitar tidak ada pembatas yang memisahkan wilayah pondok pesantren dari lingkungan masyarakat sekitarnya. 

Perlukah pembaharuan dalam sistim pesantren atau harus di pertahankan sebagai kultur khsas pesantren

Realitas sejarah menunjukkan bahwa Pesantren sampai saat ini masih tetap menjadi pendidikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. telah mampu telah mampu menciptakan Wahana baru bagi bagi pembangunan peradaban peradaban muslim dan Dan masyarakat secara umum. wahana Wahana baru lembaga Pesantren pada gilirannya telah mengirim umat untuk mengikuti proses pembelajaran di pesantren dengan sukacita tanpa ada paksaan yang menyertainya.

 dengan perkembangan yang begitu pesat, dunia Pesantren dituntut untuk tidak hanya terlibat dalam masalah-masalah keagamaan yang dihadapi umat, tetapi  juga harus aktif dalam memecahkan persoalan budaya maupun tradisi yang berkembang di masyarakat. sebab, pesantren lahir dari sebuah lembaga pendidikan alternatif di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks. 

Pada dasarnya Pesantren ialah salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkembang pesat di Indonesia yang bersifat tradisionalis.Lembaga tersebut mempresentasikan sebuah sistem ALTARBIYAH AL ISLAMIYAH Yang bercorak keindonesiaan yang selanjutnya membentuk komunitas tersendiri yang diberi nama” pesantren”.

 pendidikan Pesantren bukan hanya berperan dalam bidang keagamaan atau dakwah, melainkan juga dalam bidang refolusi moral dan perubahan sosial bagi kemaslahatan umat. tidak heran jika Pesantren tidak heran jika Pesantren dikenal sebagai lembaga multikultur dan multifungsi yang keagamaan sehingga eksistensinya melekat dalam struktur dan dinamika persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat sekitar.

 dan multifungsi ternyata memiliki tantangan yang besar untuk mengawal peradaban umat yang telah diterima oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. untuk mempertahankan nilai dan tradisi yang merupakan Khazanah intelektual Islam, tetapi juga menghadapi amukan globalisasi yang setiap saat bisa menghancurkan Nalar kritis santri yang berbasis Islami dan religius.

 secara perlahan, pesan akan sesuatu antara program pengetahuan dan nilai-nilai tradisi pesantren yang tertanam dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari.  Itulah alasan yang menuntut pesantre untuk siap menghadapi geliat modernitas.

 tentunya, geliat modernitas pada gilirannya nanti akan masuk secara leluasa ke lingkungan Pesantren sehingga model pendidikan Pesantren harus mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan kebutuhan seluruh umat. 

Dalam dunia pesantren, kita mengenal Kyai Wahid sebagai seorang NU, yang pengaruh pendidikan  pesantren masih berfokus pada pengembangan pendidikan agama. Sementara itu, pendidikan umum seolah-olah hanya menjadi pelajaran sampingan yang belum sepenuhnya diajarkan kepada santri.Padaha,  pendidikan umum juga merupakan bagian dari ilmu Allah subhanahu wa ta’ala .Yang juga wajib diajarkan guna memberikan pengetahuan secara luas kepada santri tentang perkembangan ilmu pengetahuan ia berjalan sangat cepat. 

Gagasan untuk membangun paradigma baru pendidikan Pesantren Demi kemajuan peradaban umat menjadi keniscayaan tersendiri yang diaktualisasikan dengan mengoptimalkan Nalar kritis dan progresivitas tradisi pesantren yang berkembang pesat. Pengembangan Nalar kritis santri juga harus menjadi prioritas demi tercapainya Pribadi muslim yang berdaya saing dan prestatif pada masa mendatang.

Terlepas dari cita-cita untuk tetap mempertahankan nilai dan tradisi Pesantren sebagai lembaga kultural yang dibangun atas dasar keikhlasan untuk membangun peradaban umat Pesantren juga harus melihat perkembangan masa depan yang menuntut para santri bergelut dengan pendidikan modern.

Dalam Pesantren semacam itulah terdapat Madrasah sebagai pusat kegiatan belajar mengajar dalam rangka memahami dan menghayati nilai-nilai ajaran Islam dengan menitikberatkan pada pembinaan moral dan akhlak di lingkungan masyarakat sekitar tanpa mengabaikan pembinaan potensi dan kreatifitas santri yang memang harus ditularkan sejak usia dini. Udah kering ya Pesantren telah menjadi bagian penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sejak zaman dulu hingga  sekarang.

Oleh karena itulah diperlukan sebuah pembaharuan dalam pendidikan dunia Islam, Pembaruan pendidikan Islam adalah upaya merekonstruks, merevitalisasi,Reformasi menata kembali dan meninjau kembali pendidikan Islam Dengan berbagai aspeknya agar disesuaikan dengan perkembangan zaman dan agar dapat menjawab kebutuhan zaman pembaharuan pendidikan Islam dengan demikian pembaruan yang dilakukan terhadap berbagai aspek pendidikan antara lain pembaruan terhadap kelembagaannya,kurikulumny, manajemenny, proses belajar mengajarnya mutu lulusannya sarana prasarananya dan lain sebagainya agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Ruang lingkup kajian pembaharuan pendidikan Islam secara umum meliputi seluruh komponen atau aspek pendidikan Islam meliputi visi misi tujuan sasaran dasar ideologi kurikulum bahan ajar metode dan pendekatan dalam belajar mengajar pendidik dan tenaga kependidikan,sarana prasarana,manajemen pengelolaan sistem,kelembagaan lingkungan evaluasi dan mutu lulusan. 

Kesimpulan dan penutup

pendidikan Pesantren bukan hanya berperan dalam bidang keagamaan atau dakwah, melainkan juga dalam bidang refolusi moral dan perubahan sosial bagi kemaslahatan umat. tidak heran jika Pesantren tidak heran jika Pesantren dikenal sebagai lembaga multikultur dan multifungsi yang keagamaan sehingga eksistensinya melekat dalam struktur dan dinamika persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat sekitar.

Daftar pustaka

Moderenisasi kurikulum pesanteren (muhammad takdir)

Pembaruan pendidikan islam (oleh prof Dr h abuddin nata M.A)

Blogspot Edisi 2014 : Ahmad Ridolwi( Feodalisme Pesantren)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here